Jatuh cinta untuk anakku di buku ini. Baiklah, ini mungkin berlebihan tapi sungguh saya menyukai gaya kepenulisan saya di sini. Saya tidak tahu kenapa cerpen dengan judul yang sama dengan antologi bersama ini, Maneken, ketika saya membacanya kembali saya berpikir bagaimana saya bisa menulis seperti ini. Dan sekarang? Sudah lama sekali saya tidak menulis. Ini menyebalkan dan mengenaskan! Saya masih ingat ketika Maneken dijadikan judul antologi bersama, beberapa berkomentar mengenai judulnya. Padahal Maneken adalah kata baku dalam bahasa Indonesia! Rasanya saat itu saya ingin angkat bicara tetapi baguslah ada orang yang menjelaskan panjang kali lebar tentang kata itu. Dan saya tidak perlu menampakkan diri. Terdengar so' memang. :D Dan cerpen ini sedikit terinspirasi dari movie videonya Yamashita Tomohisa dengan judul ERO. Saat, masih kuliah di Diploma dan masih sekamar dengan teman sejawat Adhinda Syafrudin (tiga tahun sekamar!) yang memang notebeninya penggila YamaPi itu saya dik...