Langsung ke konten utama

Antologi Bersama: Dongeng Cinderella

Sepertinya kisah cinderella tidak akan pernah sirna sepanjang masa. Rasanya mungkin banyak wanita yang ingin berakhir bahagia selayaknya Cinderella yang menemukan cinta sejati dan hidup bahagia selamanya.
Saya ikutkan sebuah cerpen yang pada awalnya sama sekali saya pikir tidak akan masuk menjadi salah satu kontributornya. Idenya benar-benar saya paksakan, karena pada saat itu saya sedang tidak jatuh cinta -sampai sekarang pun begitu. Saya mencoba mencari tokoh pangeran seperti apa yang bisa saya tampilkan di tulisan dengan setting dunia zaman sekarang. Buntu. Sampai akhirnya saya tidak peduli siapa pun pangeran yang saya tuliskan di sana, yang pasti ia seorang pelukis. Saya sudah tidak tahu siapa yang harus saya jadikan objek nyata yang akan saya fiksikan, maka saya hanya bisa bayangkan pameran lukisan yang saya lihat. Entah sebenernya tokohnya bernyawa atau tidak, hanya pembaca yang bisa menilainnya. Dan untuk segi ceritanya, entahlah. Menurutnya nafasnya masih tersengal. Tapi, cobalah untuk menikmatinya.

Dongeng Cinderella
Identitas Buku:
Dongeng Cinderella #1

Genre : Kumpulan Cerpen
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor & Layout : Boneka Lilin...
Design Cover : BoLin
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-96-5
Tebal : Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp40.000,- (Harga Kontributor Rp34.000,- setiap pembelian bukunya)
CP Order : 081904162092

Sinopsis

Aku menangis di sudut kamar yang gelap. meratapi nasib, merutuki rupa. Ibu Peri datang dengan senyum menular. Menawarkan janji mengubah tampilanku menjadi lebih berkilau. Kereta kencana menghantarku menuju pesta di Istana. Semua terpana, hingga detak jarum jam mengakhiri cerita. Sepatu kacaku tertinggal di aanak tangga. Pangeran tampan berkuda putih mengejar untuk menjadikanku permaisurinya.

Namun segera aku tersadar, this isn't a fairy tale. Meski tak terbilang buruk, namun hidupku takkan selalu bisa seindah "Dongeng Cinderella".

***
Kontributor:
Boneka Lilin, Yuan Yunita, Mey Zhafira, Maya Firdausi, Ida Mawaddah Lestari, Tuti Handayani Arifin, Irpan Ilmi, Fitria Ragil Diana, Susi Retno Juwita, Ade Kurniadi S, Septia Tian, Khoirunnisa Salsabila, Justang, Shofy Ada, Juliana, Mutia Zata Yumni, Ajisai, Wulandari Nurfitriani, Aifia A. Rahmah, Juwita, Eny Lestari, Nu-Riel, Reny Rahmawati, Reeva Thalib, Dini Nuzulia Rahmah, Zarratul Ziand Zainia, Fitria Desi Shinta, Kiky Aurora AR
***
Mari order dengan menginfokan judul & alamat (kode pos). Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bingkai Estetik; Melangkah Menuju Jurnalistik yang Estetik

“Fungsi tulisan adalah menyampaikan yang tidak bisa dikatakan.” Restu Ismoyo Aji             Memasuki ranah jurnalistik sastrawi atau yang diperkenalkan dan akan dijalani oleh lembaga pers mahasiswa kampus seni adalah jurnalisme yang estetik. Gagasan jurnalisme yang estetik berasal dari penanggungjawab lpm kampus kami, pak Koskow. Dengan pengantar sebuah tulisan miliknya, maka dikenalkan bahwa jurnalistik yang estetik adalah sebuah ajakan yang meskipun akan sulit untuk dipahami, mengutip dari tulisan beliau bahwa yang estetik adalah menunjuk pada praktik seni yang katakanlah di luar arus utama. Membaca kalimat tersebut, maka jurnalistik yang estetik bukan berati kalah dengan jurnalistik yang ada di luar sana namun memiliki gaya kepenulisan yang berbeda dan tentu dengan analisis yang mendalam pula.             Berkaitan dengan praktik seni yang ada, setiap orang din...

Seni Rupa Buku

“Don’t judge the book from the cover, don’t judge the cover from the book.”             Beberapa hari yang lalu, dengan ditemani rintik hujan yang menimbulkan genangan diberbagai lubang-lubang di jalanan. Kami mendatangai sebuah diskusi dengan tajuk ‘Lesehan’ di kantor IKAPI Yog y akarta. Perbincangan hangat dengan kopi hitam kesukaan teman-teman, dengan saya yang pertama kali merasakan kepahitan pekatnya kopi dengan sedikit gula.             Temu mata dan kata pada waktu itu dibuka oleh Cak Udin, seorang penggiat buku yang kemudian mempersilahkan Pak Koskow, salah satu dosen DKV ISI Yogyakarta sebagai pembicara mengenai Seni Rupa Buku. Ia menghadirkan sebuah tulisan dengan judul “ Buku, Seni, dan Kerakyatan: Catatan untuk Praktik Perbukuan di Yogyakarta ”.   Sebagai media bacaan, tulisan ini juga sebagai satu informasi bahwa pembicaraan akan terfokus dari hal-hal ...

Ada yang Salah

Ada yang salah yang tengah bersarang dalam hidup ini setelah saya menamatkan masa kuliah Diploma. Saya tidak tahu setelah itu ada libur panjang yang membuat saya sering sekali bermalasan-malasan. Itu waktu dimana saya menaruh berbagai macam surat lamaran pekerjaan dan membuat saya menunggu dan menunggu. Sampai akhirnya ada panggilan dan melakukan kerja. Sejak saat itu, saya merasa saya menjadi orang yang selalu lari dari kehidupan. Saya tahu saya terlalu introvert atau bahkan saya tidak dapat menjelaskan kata apa yang cocok bagi saya, rasanya saya ingin menyamankan diri saya dengan keadaan tapi selalu gagal. Saya tidak paham kenapa. Rasanya di sekitar saya, tidak ada satu pun orang yang mendukung saya untuk melakukan sesuatu. Kalau pun ada dukungan itu hanya berupa modus. Entahlah, mungkin tidak hanya saya yang mengalaminya. Tapi, saya lebih berpikir keras lagi. Kenapa hidup saya menjadi sangat tidak berarti dan seakan-akan hanya membuang waktu dengan melakukan sesuatu yang saya pak...