Langsung ke konten utama

Antologi Bersama: Ayah Dalam Memoriku #1

Baiklah, saya hanya ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan dari seorang ayah yang terkadang mungkin sulit untuk mengungkapkan rasa cintanya. Tentang cinta yang dimiliki pada anak gadisnya. Sebab (barangkali) yang paling dicintai oleh seorang Ayah adalah anak gadisnya.

**Buku Terbit Lomba Menulis FTS "Kenangan Tak Terlupa Dengan Ayah"
#Penerbit Meta Kata, November 2013

Judul: AYAH; dalam memoriku #1
Penulis: Ocha Thalib, Risty Arvel,...
Reeva Thalib, Nenny Makmun, dkk
Penyunting: Risty Arvel Dan Kinanthi Laras
Ilustrasi Sampul: 3.bp.blogspot.com
Pewajah Sampul: de A media kreatif
Penata Letak Isi: de A media kreatif
ISBN: 978-602-1203-06-4

KONTRIBUTOR LAIN:
Ukthi Nabilah Hurin | Qomariyah Cietie | Diantie NR | Santi Sumiati | Dyah ISRaharjo Puput Tryas Sulistyaningrum | Radytha Puzpha | Abdul Latif | Hanum Wahyu Wibisono Iin Mutmainnah | Ruth Nirmala Giardani | Putri Ayu Wulansari | Siti Fatonah
Annisa Reefa Wulandari | Joy Suryana | Marseli Junita | Kurnia Mahmud |
Rela Sabtiana | Joeya | Winda Rahma | Citra Ardliati | Ma’arijul Qudsiyah
Irna Novia Damayanti | Atjie TS Baruwati | Dian Rahmawati | Ihdina Sabili
Azzura Grasia | Adhita Didiet Prawatyo | Dita Ayu Maharani | Aifia A. Rahmah
Istiana Manek | Rosiana Febriyanti | Bilqis Anisah | Evi Sudarwanto | Zulfah Az-zahra Ivo Ardianti | Khanza Aliffia SP | Asni. A.S | Meti Topyah | Happy Hawra
Anisa Sholihat | Novy Noorhayati Syahfida | Sheevie Shenobu.

HARGA
**Harga Asli: Rp 41.500,- (belum termasuk ongkos kirim)
**Harga Pre Order: Rp 33.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

PEMESANAN
SMS ke 081945990097
dengan format: "ADM #1-Nama-Alamat Rumah (lengkap dengan kode pos)-Alamat Email-Jumlah Pemesanan"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bingkai Estetik; Melangkah Menuju Jurnalistik yang Estetik

“Fungsi tulisan adalah menyampaikan yang tidak bisa dikatakan.” Restu Ismoyo Aji             Memasuki ranah jurnalistik sastrawi atau yang diperkenalkan dan akan dijalani oleh lembaga pers mahasiswa kampus seni adalah jurnalisme yang estetik. Gagasan jurnalisme yang estetik berasal dari penanggungjawab lpm kampus kami, pak Koskow. Dengan pengantar sebuah tulisan miliknya, maka dikenalkan bahwa jurnalistik yang estetik adalah sebuah ajakan yang meskipun akan sulit untuk dipahami, mengutip dari tulisan beliau bahwa yang estetik adalah menunjuk pada praktik seni yang katakanlah di luar arus utama. Membaca kalimat tersebut, maka jurnalistik yang estetik bukan berati kalah dengan jurnalistik yang ada di luar sana namun memiliki gaya kepenulisan yang berbeda dan tentu dengan analisis yang mendalam pula.             Berkaitan dengan praktik seni yang ada, setiap orang din...

Review - A9ama Saya Adalah Jurnalisme (Andreas Harsono)

“Kita tidak akan tahu batas dari kata-kata kita sendiri.”                                                             -Andreas Harsono             Tertanggal sama dengan hari saya dilahirkan, kota Yogyakarta mempertemukan saya dengan sebuah buku bersampul merah dengan judul nyentrik yang menurut saya sangat menarik, “A9ama Saya adalah Jurnalisme”. Buku yang telah mengisi rak buku saya baru saja ditamatkan hari ini, Sabtu pagi, ditemani dengan sebuah ejekan dari seseorang yang berkata bahwa saya sedemikian cerewet sebagai perempuan. Bukankah itu sesuatu yang wajar .           ...

Waktu Masih Berputar

 Oleh: Aifia A. Rahmah Satu detik yang lalu, seorang laki-laki tua yang telah tiga tahun silam menjadi pekerja parkir di salah satu mall ternama tercengang. Bola mata hitamnya terlampau fokus pada sebuah jam tangan bernama lelaki asing yang sulit ia eja, Michael Kors. Mahal dan berpenampilan seindah wanita dengan putih bernuansa. Entah siapa yang kehilangan atau sengaja meletakkannya di pos jaga. Yang jelas, saat ini laki-laki itu harus menjaganya. Sesiapapun barangkali akan kembali untuk mengambilnya. Lantas, tiba-tiba perhatiannya teralihkan. Jarum jam tangan yang ia genggang diam. Dua orang berjenis perempuan dengan pakaian kumal datang beriringan. Salah satu di antaranya terlihat telah berusia, yang lainnya masih begitu muda. Keduanya mencoba masuk ke dalam mall tempat kerjanya. Tapi, langkah mereka hanya terhenti tepat di depan dinding-dinding kaca yang menawarkan kemewahan metropolitan. Kedua perempuan itu terdiam. Cukup lama tanpa melakukan apa-apa. Tiba-tiba, ad...