Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Film

The Giver: Hidup di Dunia Tanpa Rasa Sakit

Aku ingin berterima kasih kepada Phillip Noyce sebagai sutradara yang telah melakukan ekranisasi dari buku The Giver karya Logis Lowry menjadi sebuah karya film. Karya yang lahir di tahun 2014 tersebut semakin menumbuhkan kepercayaan bahwa dunia tidak akan pernah baik-baik saja bagaimanapun manusia yang akan hidup di dalamnya. "Manusia selalu salah membuat pilihan," ungkap Chief Elder (Meryl Streep). Aku juga akan mengucapkan selamat datang pula padamu ketika memilih tombol putar pada film yang tentu saja filenya harus sudah kamu punya. "Selamat datang di dunia tanpa ada rasa sakit!" Aku tidak salah bicara atau kamu juga tidak salah dengar. Sebab pertama kali film ini diputar, kamu akan disajikan pada dunia baru yang dibentuk dengan kesetaraan dan penuh keteraturan. "Shit! Film tahun berapa sih ko masih BW (Black and White)!" keluhku ketika menonton The Giver untuk yang pertama kali. Aku cek nama filenya lagi. Benar, karya ini lahir 2014. Jadi, kenapa BW...

Film Komedi: Tertawa Tanpa Paksaan

Tertawa menjadi bagian yang begitu menyenangkan dalam kehidupan sebab dengan tertawa maka akan membuat seseorang merasa rileks dan terbebas dari beban kehidupan. Salah satu produk budaya populer untuk menghilangkan kepenatan setelah melakukan rutinitas sehari-hari adalah film dengan genre komedi. Film komedi meski sekarang ini tidak begitu banyak diproduksi dan terkalahkan oleh film romance dengan aktor dan aktris yang menawan tetap memiliki daya tarik sendiri. Namun, dalam memproduksi film komedi bukanlah hal yang gampang. Pasalnya, membuat orang tertawa adalah sesuatu yang cukup sulit. Apalagi kalau si pembuatnya bukan orang yang memiliki jiwa humor yang tinggi dan lucu bagi seseorang belum tentu lucu bagi yang lainnya. Tantangan membuat film genre komedi menjadi salah satu bagian tugas ujian tengah semester pada salah satu mata kuliah di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Adalah screening bersama yang membuat angkatan kami menonton hasil tugas masing-masing kelompok. ...

Media dan Tanda

Seberapa sering manusia dapat membaca tanda di sekitar dengan benar? Ataukah setiap tanda yang diciptakan dalam lingkungan bisa diartikan sesuai pemikiran seseorang atau sebagian orang di suatu ruang yag sama dengan latar belakang yang berbeda? Tidak lain kelahiran ilmu pengetahuan bernama Semiotika dapat menjawab kedua pertanyaan pengantar tersebut. Ilmu yang mempelajari tanda yang ada disekitarnya ini menjadi hal penting agar pesan yang disampaikan oleh pembuatnya dapat tersampaikan maknanya. Pun dengan adanya media yang saat ini menjadi bagian konsumsi pokok sehari-hari tidak dapat lepas dari semiotika. Ketika semiotika memasuki media maka tidak akan lepas pula media sebagai bagian budaya kemasyarakatannya.             Media sebagai sumber informasi telah menciptakan mediun televisi yang dapat menayangkan berbagai macam program acara dengan tanda-tanda yang tertanam di dalamnya. Dalam kuliah semiotika suatu hari yang telah...

Film Action Drama

 Satu genre film yang menjadi tugas akhir semester Videografi 2, Action Drama . Genre ini tentu saja bersahabat sekali dengan adegan-adegan perkelahian yang merupakan salah satu daya tarik untuk memikat penonton. Tapi, sering kali saya melihat film dengan genre action drama pasti salah satu diantaranya yaitu untuk versi dramanya seringkali diabaikan. Meskipun tidak semua film demikian. proses pembuatan film dengan genre Action Drama ini sekitar kurang lebih seminggu untuk proses syutingnya sendiri. Ada beberapa masalah yang menjadi kendala dalam proses pembuatannya, tapi kami cukup bisa untuk mengatasinya. Sampai pada tiba waktunya untuk melakukan penayangan film kami dan juga film kelompok lainnya, pihak dosen memberikan komentar, tanggapan, dan juga pertanyaan yang sangat membangun dan tentu saja membuat menciut sebab beberapa pertanyaan terkadang tidak mampu kami jawab sesuai dengan teori. Hal ini saya pahami sebab kebanyakan diantara kami lebih suka melakukan praktek d...