Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ngedumel

Ada yang Salah

Ada yang salah yang tengah bersarang dalam hidup ini setelah saya menamatkan masa kuliah Diploma. Saya tidak tahu setelah itu ada libur panjang yang membuat saya sering sekali bermalasan-malasan. Itu waktu dimana saya menaruh berbagai macam surat lamaran pekerjaan dan membuat saya menunggu dan menunggu. Sampai akhirnya ada panggilan dan melakukan kerja. Sejak saat itu, saya merasa saya menjadi orang yang selalu lari dari kehidupan. Saya tahu saya terlalu introvert atau bahkan saya tidak dapat menjelaskan kata apa yang cocok bagi saya, rasanya saya ingin menyamankan diri saya dengan keadaan tapi selalu gagal. Saya tidak paham kenapa. Rasanya di sekitar saya, tidak ada satu pun orang yang mendukung saya untuk melakukan sesuatu. Kalau pun ada dukungan itu hanya berupa modus. Entahlah, mungkin tidak hanya saya yang mengalaminya. Tapi, saya lebih berpikir keras lagi. Kenapa hidup saya menjadi sangat tidak berarti dan seakan-akan hanya membuang waktu dengan melakukan sesuatu yang saya pak...

Dunia Topeng

Hari yang masih sangat muda, tiba-tiba ada yang bermunculan dalam hati tanpa berbentuk kata-kata. Aku merasa ada yang mengganjal di sana. Sesuatu yang membuat tidak merasa nyaman bahkan hanya untuk sekadar datang. Aku tidak tahu apakah itu benar atau hanya perasaan yang tidak paham akan keadaan. Tapi, aku benar-benar masuk pada sebuah dunia yang dipenuhi dengan wajah-wajah bertopeng. Aku sangat merasa mereka di depan sana bukan menjadi mereka di dibelakangku. Ada sesuatu yang sengaja mereka sembunyikan dan sengaja di tunjukan untuk membuat aku tetap berdiri di sana. Aku tahu topeng bukan wujud kepalsuan dari mereka, hanya saja mereka tidak ingin kehilangan sesuatu yang harus mereka dapatkan sehingga harus menjadi orang lain untuk menjadikanku tetap bersama. Aku tahu barangkali ini hanya sebuah perasaan yang seharusnya tidak muncul, tapi aku sungguh-sungguh merasa senyum itu hanya sebuah kepalsuaan. Aku tidak pernah merasa demikian sebelumnya. Aku juga bukan orang yang peka terhadap ...

Status Facebook

Entahlah, saya ingin sekadar mengumpulkan status-status facebook saya -meski tak banyak- untuk sebuah cerita yang tersembunyi di dalamnya. #Kata (Barangkali) Yang paling dicintai oleh seorang Ayah adalah anak gadisnya.   Yang menjadi milikmu adalah masa lalu, masa depan siapa yang tahu.   Kita dekat dan bersekat. Bersabarlah, kita sudah terikat. Dalam karya ada doa, Dalam cinta ada kita. Kala itu, saat mata kita beradu, aku tahu bahwa aku telah jatuh hati padamu. Bukankah membangun sebuah keluarga dimulai dengan kasih sayang, bukan dengan teriakan-teriakan yang akan menumbuhkan ketakutan. Tuhan, kutitip rindu untuk mereka lewat doa-doa yang keniscayaannya sampai kepada-Mu. #Puisi Orang Tua Aku berkaca Kulihat engkau berdua di sana 031213 Ah, saya rasa ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan dengan tulisan-tulisan yang ada di atas. Tapi, biarlah hanya saya dan kenangan yang akan mengingatnya.

Tuhan Bebas Memilih Siapa Saja Menjadi Perantara Pertolongan-Nya

Manusia tidak akan pernah menjadi sempurna, atau sesempurnanya manusia itu di hadapan manusia lain   hanya sebatas intuisi hati untuk meyakinkan bahwa ialah orang yang tepat. Sebab pada hakekatnya manusia bukan makhluk yang memiliki sifat itu. Hanya Tuhan di singga sana-Nya yang memiliki kesempurnaan yang tiada tara. Kesalahan sering pula terdengar di telinga sebagai bagian dari manusia yang tidak pernah bisa dielakkan. Entah karena kesadaran maupun ketiadaannya. Sebab sebenarnya tidak ada kegelapan. Ia hanya ketiadaan cahaya pada suatu ruang dimana mata tidak sanggup melihat. Lantas, bagaimana dengan manusia yang memiliki kesalahan? Sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan ada pada manusia, melainkan belum adanya hal yang benar dalam diri seseorang. Kesalahan atau kegelapan sebatas kata untuk memudahkan bahasa. Biasanya kesalahan-kesalahan tersebutlah yang menjadi kambing hitam dalam sebuah permasalahan, padahal barangkali itu bukan kesalahan hanya ketidaksengajaan. Itu bukan...

Korea Tidak Layak Mendapatkan Cinta Indonesia!

 *saya menyebut Korea di sini berati Korea Selatan Andakah salah satu orang yang begitu mencintai Korea dan tiba-tiba menghujat bangsamu sendiri ? Saya harap tidak! Sebab ia (Korea) telah merampas hak rakyat Indonesia dalam beragama . Semalam saya bercakap dengan salah satu saudara saya yang belajar Ilmu Ekonomi di salah satu perguruan tinggi, sedang saya adalah mahasiswa awam yang tidak tahu secara mendalam tentang dunia poilitik. Tapi, saya sejak dulu sampai saat ini masih berpikir bagaimana agar saya bisa memperbaiki bangsa ini dan melakukan pemikiran tersebut. Sebab apalah arti sebuah pemikiran tanpa sebuah tindakan. Awalnya kami tidak membahas mengenai suatu permasalahan, kami hanya bercakap biasa. Pun itu hanya melalui salah satu media komunikasi yang saat ini sedang populer, dan saya harap suatu ketika kita tidak menjadi penggunanya lagi, melainkan menggunakan produk dari negeri sendiri. Sampai akhirnya percakapan singkat tersebut bermuara pada bahasan mengenai s...

Indonesia "Malaikat" Dunia

Masih ingin menulis sesuatu berdasarkan pandangan saja, meski tidak ada sumber ilmiah. Tapi, ini hanya sekadar menulis di blog, siapa saja boleh menulis tentang apa saja meski itu hanya berdasarkan perasaan kan? Saya hanya merasa Indonesia entah suatu kapan akan menjadi malaikat bagi dunia. Seperti penyelamat, kalau saya boleh menyebutnya demikian. Sebab saya pikir, di luar sana ada banyak pemikiran orang Indonesia yang siap merubah dunia. Tentu dengan masih menyandang kewarganegaraan Indonesia. Meski saya sendiri tahu, Indonesia sampai sekarang bahkan belum mampu mengindonesiakan dirinya. Tapi, itu suatu hari pasti akan terjadi. Dimana Indonesia bisa menjadi negara adidaya yang bermoral dan berketuhanan. Dimana rakyatnya sudah sejahtera dan tidak ada lagi berbagai permasalahan pelik lainnya. Saya sudah sangat suka dengan Indonesia. Apalagi dengan sumber daya alam dan juga keberagaman. Juga otak-otak sebagian besar orang yang siap menaikkan martabat bangsa. Sebab saya sekarang ...

Tahun 90-an

Menjadi seorang yang berkelahiran tahun 90-an membuat saya menjadi salah satu orang yang beruntung. Entah lah, barangkali untuk beberapa hal yang saya sudah tidak temukan lagi sekarang. Yang sekarang sudah berubah dan membuat saya sedikit kesepian. Saya senang karena dulu saya bisa menikmati masa-masa kecil saya, meski barangkali tidak sepenuhnya. Sebab tetap saja dalam hidup, saya masih sering tidak fokus atau lebih memikirkan masa depan yang entah akan jadi seperti apa. Bercerita tentang tahun 90-an. Ada masa-masa dimana terdapat beberapa hal yang masih teringat dalam benak saya. Juga bersebab adanya teman-teman. Pertama, satu telenovela paling ambasador yang tertayang di salah satu stasiun televisi saat masih sekolah dasar. Judulnya Amigos X Siempre. Jujur, ini telenovela paling seru di antara telenovela lain. Alasan saya adalah sebab telenovela ini yang membuat saya dan sahabat-sahabat saya lebih dekat. Tentu saja hal yang paling wajar adalah kami punya tokoh favorit masing-masi...

Saint Seiya; The Lost Canvas

The Lost Canvas , subjudul yang sangat tepat untuk Saint Seiya yang sudah tiga hari ini saya tonton. Saya dulu juga pernah menonton anime ini, hanya saja tidak saya ikuti dari awal. Dan ternyata awalnya sangat membuat saya sebal. Saya tidak terima. Persahabatan antara Tenma, Alone, dan Sasha sepertinya harus berakhir agar cerita Saint Seiya bisa berjalan. Subjudul tersebut, saya paham kenapa memang dipilih -karena memang seharusnya begitu- sebab Alone yang merupakan seorang pelukis harus kehilangan dirinya sendiri untuk dijadikan tempat hidup Hades, seorang raja kegelapan. Juga Tenma dan Sasha yang harus kehilangan sahabat mereka sendiri. Saya tidak terima karena hal ini. Saya suka Alone yang sangat baik hati, kelewat baik hati. Suka dengan pirang dan biru matanya, sebab seperti Naruto. Rasanya sedih sekali, saat gelang yang ada di tangan kanan Alone terputus. Apalagi melihat Tenma yang tidak bernyawa lagi  di tangan sahabatnya sendiri. Meski, mungkin di episode mendatang Tenma ...

Free Time

Sekarang sedang masa-masa tidak ada kegiatan sama sekali! Belajar (coret), Kuliah (coret), dan sekarang hanya cuma bisa menunggu SKL dan panggilan kerja jika lamaran-lamaran saya ada yang nyantol di salah satu perusahaan.