Langsung ke konten utama

Postingan

LARUNG; Ayu Utami

Setelah tahun lalu saya membaca sebuah novel berjudul Saman karya Ayu Utami. Saya langsung tertarik dnegan gaya penulisannya, juga dengan ceritanya. Pemikiran yang jujur. Buku tersebut merupakan salah satu dari Dwilogi Saman dan Larung. Pada tahun itu pula Larung belum di cetak ulang. Tepat pada Jumat kemarin saya membeli Larung sebab buku tersebut akhirnya dicetak ulang dan masuk di toko buku. Sampul depannya sangat unik. Tidak kalah menarik dengan edisis Saman yang lalu (yang saya miliki). Larung by Ayu Utami Saya akan sedikit bercerita tentang novel Larung yang sudah khatam saya baca. Masih banyak typo pada novel ini. Saya tidak paham kenapa bisa demikian. Padahal ini kan penerbit mayor dan juga sudah cetak ulang. Masa masih saja ada kesalahan ketik? Dan ada salah satu bagian pada sudut pandang Larung yang dia menggunakan "saya" padahal sebanyak ia bercerita pada sudut pandang tersebut ia menggunakan "aku". Tapi, saya mungkin salah. Tapi, terlepas dari itu...

Snow in the Heart; Sudah Ada di Toko Buku

Buat kamu yang cinta banget sama Jepang. Buruan dapatkan antologi Snow in the Heart di toko buku favorit kamu. Lihat tuh, baru sehari nangkring di rak buku remaja ada gadis cantik yang serius banget baca bukunya. Kayanya menarik banget yaa. :) Dari pada penasaran, buruan langsung pindahin buku itu ke rak buku milikmu. :) Seru banget antologi Snow in the Heart Bonus Saya dan Antologi Pertama; Snow in the Heart

Sedikit Tentang; Maryam oleh Okky Madasari

Menghabiskan hari Minggu yang mendung ini dengan membaca sebuah novel karangan Okky Madasari yang berjudul Maryam. Novel ini merupakan pemenang Khatulistiwa Literary Award 2012; Prosa. Sebenarnya sudah cukup lama novel ini bertengger di rak buku toko Gramedia Botani Square dan tidak jadi-jadi saya beli, sampai akhirnya sekarang buku ini sudah masuk dijajaran rak buku di kamar saya. Maryam oleh Okky Mandasri Maryam menceritakan tentang sebuah kehidupan yang dialami oleh orang-orang minoritas. Saya paham kaum minoritas di negara ini masih butuh kepedulian dari pemerintah terutama pemimpin negera. Sebab banyak di luar sana orang-orang yang sering kali sengaja mengompor-ngompori sesuatu sehingga merusak kedamaian. Buku ini mengisahkan "tentang mereka yang terusir karena iman di negeri yang penuh keindahan ". Demikian serangkaian kalimat yang tertulis di sampul depan buku berwarna biru dengan seorang wanita yang tengah menggenggam rumah, miliknya. Yang menarik dari novel in...

Waktu Masih Berputar

 Oleh: Aifia A. Rahmah Satu detik yang lalu, seorang laki-laki tua yang telah tiga tahun silam menjadi pekerja parkir di salah satu mall ternama tercengang. Bola mata hitamnya terlampau fokus pada sebuah jam tangan bernama lelaki asing yang sulit ia eja, Michael Kors. Mahal dan berpenampilan seindah wanita dengan putih bernuansa. Entah siapa yang kehilangan atau sengaja meletakkannya di pos jaga. Yang jelas, saat ini laki-laki itu harus menjaganya. Sesiapapun barangkali akan kembali untuk mengambilnya. Lantas, tiba-tiba perhatiannya teralihkan. Jarum jam tangan yang ia genggang diam. Dua orang berjenis perempuan dengan pakaian kumal datang beriringan. Salah satu di antaranya terlihat telah berusia, yang lainnya masih begitu muda. Keduanya mencoba masuk ke dalam mall tempat kerjanya. Tapi, langkah mereka hanya terhenti tepat di depan dinding-dinding kaca yang menawarkan kemewahan metropolitan. Kedua perempuan itu terdiam. Cukup lama tanpa melakukan apa-apa. Tiba-tiba, ad...

Indonesia Masihkah Nusantara?

Saya telah membaca sebuah berita tentang Inggris yang dengan sengaja dan terbuka membuka sebuah Kantor Papua Merdeka di Oxford. Pasalnya, seperti yang telah kita ketahui ada sebuah Organisasi Masa Papua Merdeka yang dikatakan ilegal karena melawan pemerintah. Sebut saja mereka melarang beberapa orang-orang dengan predikat tertentu dari luar Papua ke sana. Menuntut agar terbebas dari Nusantara. Juga sering melakukan tindakan entah seperti apa yang membuat warga sipil juga aparat negara mati begitu saja. Kasus sama sepertinya juga terjadi di Aceh dan beberapa wilayah Indonesia lainnya -saya tidak terlalu mengikuti perkembangan berita. Katakan saya tidak pedulian! Mereka sama saja dan ingin keluar dari NKRI. Meskipun tindakan yang dilakukan barang kali tiap daerah berbeda-beda. Silahkan Anda cari saja berita-beritanya. Bagi saya Nusantara adalah segalanya. Tapi, saya bahkan bukan siapa-siapa! Menunggu panggilan pekerjaan saja membuat saya putus asa karena tidak ada satu pun lamaran saya...

(Tidak) Pulang

Oleh: Aifia A. Rahmah Kata orang, ayahku sudah mati tenggelam. Sering kudengar pula bisik-bisik tetangga yang menyatakan belas kasihnya padaku ketika aku lewat di hadapan muka mereka. Bukan tidak ingin berlaku sopan pada orang-orang itu, aku hanya berpura-pura untuk tidak mengenal dan mendengar percakapannya. Lalu, aku hanya berlalu begitu saja tanpa menghiraukan mereka yang menatapku iba. Aku sangat yakin, suatu hari ayahku akan kembali. *** Langit sudah mulai menjingga. Laut sudah mulai menggagahkan dirinya. Pasang. Membuat debur ombaknya kian kuat dan mendesak ke bibir pantai. Mengantar kepiting-kepiting kecil ke hamparan pasir. Aku masih saja duduk terdiam. Tidak berniat untuk berlayar hari ini. Hanya terdiam menatap laut yang menghidupi desa kami. Puluhan tahun yang lalu hingga kini. Hampir semua warga desa bermata pencaharian sebagai nelayan. Kebanyakan dari kami lebih suka hidup di pinggiran dengan penuh kebahagiaan daripada harus merantau ke perkotaan yang sering ...