Langsung ke konten utama

Antologi ke-6; Setiaku Untuk Kamu

Ini Antologi bersama yang ke-6. Diadakan oleh Grup Muda-Mudi Jago Nulis dengan tema Kesetiaan. Salah satu naskah Flash Fiction saya masuk menjadi salah satu kontributor dibuku dengan judul Setiaku Untuk Kamu ini.

ini cover bukunya:
Setiaku Untuk Kamu
Info Buku:
Setiaku Untuk Kamu
(Kumpulan Flash Fiction)
Penulis : Sindu Lintang Ismoyo, dkk
Penerbit : deKa Publishing
Tebal : xii + 178 hlm. ; 17 x 11,36 cm
ISBN 978-602-7915-36-7
Harga : Rp. 38.000,-
Harga Kontributor : Rp. Rp. 32.000,-


Sinopsis:
Mengalami jatuh cinta adalah sesuatu yang wajar terjadi pada manusia. Karena Tuhan memberikan hati, karena Tuhan menciptakan rasa.
Cinta menghadirkan bagian-bagian perasaan pada seseorang yang memilikinya; kasmaran, kagum, senang, bahagia, sakit hati, kecewa, takut, rindu dan yang lainnya.

Betapa kita sibuk menahan gejolak-gejolak yang timbul saat kita mengharapkan keberadaannya. Orang pendiam pun bisa mendadak menjadi pujangga saat cinta menyelimutinya. Orang cuek pun bisa mendadak kelimpungan saat ia tak kuasa menahan rasa ingin bertemu. Orang yang sering kali tak tergerak, bisa jadi melakukan sesuatu untuk memenuhi hasrat cinta nya. CINTA menjadi sesuatu yang menyesakkan tapi sekaligus indah.

Dan, SETIA adalah sebuah alasan kenapa cinta bertahan meski kadang menyakitkan.

Setiaku Untuk Kamu, adalah buku kedua dari Dan Aku Mencintaimu. Buku kedua, dengan jumlah Flash Fiction dua kali lipat pula. Apabila dalam buku pertama hanya memuat 27 Flash Fiction saja, di buku kedua ini ada 51 Flash Fiction yang ditulis oleh 51 penulis yang berbeda.


Mengangkat tema ‘SETIA’, sebuah perasaan yang digambarkan dengan indah lewat kata. Suatu perasaan yang digambarkan secara universal. Pada pasangan, orang tua, sahabat bahkan Tuhan. Tapi dalam satu kata yang menggariskan semuanya.


SETIA, melengkapi CINTA. Menjadi emosi yang sering kali menggerakan hati dan pikiran kita untuk melakukan sesuatu. CINTA dan SETIA, dua kata yang akhirnya menjadi bagian dari 51 Flash Fiction dalam buku ini.


[CARA PEMESANAN]

Ketik :

# FF SUK #
Nama penerima :
Alamat lengkap :
Kodepos :
Jumlah :
No. HP :

Kirim SMS / WhatsApp / LINE / KakaoTalk ke nomor +6283879804181 atau inbox DeKa Publisher atau invite pin BB 31577AE8
Kami akan mengirimkan total yang harus dibayar serta pemberitahuan nomor rekening.

Happy shopping...!
Buku-buku terbitan deKa Publishing dicetak sendiri secara Print on Demand. Phone : +6288211458671 SMS/WhatsApp/LINE/KakaoTalk : +6283879804181 Pin BB : 31577AE8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bingkai Estetik; Melangkah Menuju Jurnalistik yang Estetik

“Fungsi tulisan adalah menyampaikan yang tidak bisa dikatakan.” Restu Ismoyo Aji             Memasuki ranah jurnalistik sastrawi atau yang diperkenalkan dan akan dijalani oleh lembaga pers mahasiswa kampus seni adalah jurnalisme yang estetik. Gagasan jurnalisme yang estetik berasal dari penanggungjawab lpm kampus kami, pak Koskow. Dengan pengantar sebuah tulisan miliknya, maka dikenalkan bahwa jurnalistik yang estetik adalah sebuah ajakan yang meskipun akan sulit untuk dipahami, mengutip dari tulisan beliau bahwa yang estetik adalah menunjuk pada praktik seni yang katakanlah di luar arus utama. Membaca kalimat tersebut, maka jurnalistik yang estetik bukan berati kalah dengan jurnalistik yang ada di luar sana namun memiliki gaya kepenulisan yang berbeda dan tentu dengan analisis yang mendalam pula.             Berkaitan dengan praktik seni yang ada, setiap orang din...

Review - A9ama Saya Adalah Jurnalisme (Andreas Harsono)

“Kita tidak akan tahu batas dari kata-kata kita sendiri.”                                                             -Andreas Harsono             Tertanggal sama dengan hari saya dilahirkan, kota Yogyakarta mempertemukan saya dengan sebuah buku bersampul merah dengan judul nyentrik yang menurut saya sangat menarik, “A9ama Saya adalah Jurnalisme”. Buku yang telah mengisi rak buku saya baru saja ditamatkan hari ini, Sabtu pagi, ditemani dengan sebuah ejekan dari seseorang yang berkata bahwa saya sedemikian cerewet sebagai perempuan. Bukankah itu sesuatu yang wajar .           ...

Waktu Masih Berputar

 Oleh: Aifia A. Rahmah Satu detik yang lalu, seorang laki-laki tua yang telah tiga tahun silam menjadi pekerja parkir di salah satu mall ternama tercengang. Bola mata hitamnya terlampau fokus pada sebuah jam tangan bernama lelaki asing yang sulit ia eja, Michael Kors. Mahal dan berpenampilan seindah wanita dengan putih bernuansa. Entah siapa yang kehilangan atau sengaja meletakkannya di pos jaga. Yang jelas, saat ini laki-laki itu harus menjaganya. Sesiapapun barangkali akan kembali untuk mengambilnya. Lantas, tiba-tiba perhatiannya teralihkan. Jarum jam tangan yang ia genggang diam. Dua orang berjenis perempuan dengan pakaian kumal datang beriringan. Salah satu di antaranya terlihat telah berusia, yang lainnya masih begitu muda. Keduanya mencoba masuk ke dalam mall tempat kerjanya. Tapi, langkah mereka hanya terhenti tepat di depan dinding-dinding kaca yang menawarkan kemewahan metropolitan. Kedua perempuan itu terdiam. Cukup lama tanpa melakukan apa-apa. Tiba-tiba, ad...